Overlord Episode 1-3

Sinopsis:

Cerita dimulai oleh sebuah game online yang sangat populer bernama Yggdrasil, yang suatu hari akan segera menutup servernya. Namun, sang karakter protagonis Momonga memutuskan untuk tidak log out dari game dan bertahan hingga momen terakhir game tersebut ditutup. Ajaibnya setelah penutupan server Momonga tidak terlog out dari permainan dan tetap bertahan di dalam dunia tersebut. NPC sekarang memiliki perasaan dan dapat menunjukkan ekspresinya. Tidak memiliki orang tua, teman ataupun tempat di masyarakat, Momonga memutuskan untuk menjelah dan menguasai dunia barunya.

Prolog:

Tema cerita terjebak didalam sebuah game online mungkin sudah sering diangkat, judul seperti Sword Art Online atau Log Horizon tidak asing ditelinga. Namun judul yang satu ini dipastikan dapat memberikan cerita dan sensasi yang berbeda. Selain itu yang menarik perhatian awal saat memutuskan untuk menulis review untuk Overlord adalah sang illustrator Light Novel so-bin yang mempunyai style yang cukup unik, ditambah lagi anime ini digarap oleh studio Madhouse yang sudah sangat dikenal akan kualitasnya.

Story & Review:

Diceritakan Yggdrasil adalah sebuah Dive Massively Multiplayer Online Role Playing Game (DMMO-RPG) yang dirilis pada tahun 2126. Yggdrasil berhasil menjadi game online yang populer di Jepang selama 12 tahun. Momonga adalah pemimpin guild yang bernama Ains Ooal Gown dan mempunyai markas sekaligus sebagai dungeon yang bernama Great Tomb of Nazarick. Memutuskan untuk bertahan online hingga penutupan server, Momonga merasakan momen nostalgia saat guildnya masih berjaya bersama teman-temannya dulu namun disaat momen terakhir sebelum Yggdrasil berakhir hanya Herohero-san yang sempat mampir untuk online dan kembali logout setelah mengucapkan salam perpisahan.

OveLor_01_HD_HS_ACB.mkv_snapshot_04.21_[2015.07.25_17.16.46]

Momonga pergi menuju singgasana kerajaan dan memutuskan untuk menghabiskan waktunya disana. Great Tomb of Nazarick mempunyai NPC unik yang dibuat oleh anggota guild member Ains Ooal Gown sebagai penjaga lantai dungeon sekaligus headquarter itu sendiri. Albedo yang merupakan NPC terkuat sekaligus pemimpin semua NPC pertahanan di Nazarick sudah menanti di samping kursi kerajaan.

Momonga membuka pengaturan karakter Albedo yang dibuat oleh setting maniac Tabula-san. namun tidak tahan dengan kontradiksi karakter yang Tabula-san ciptakan, Momonga mengganti baris terakhir dalam pengaturan karakter menggunakan testament guild dengan “Dia jatuh cinta dengan Momonga” Untuk terakhir kalinya Momonga melihat bendera perwakilan anggota guild yang berisi Momonga, Touch Me, Shijuuten Suzaku, Ankoro Mochi Mochi, Herohero, Peroroncino, Bukubuku Chagama, Tabula Smaragdina, Warrior Takemikazuchi, Variable Talisman, Genjiro dan masih ada lagi yang lain tetapi belum disebutkan semua disini.

OveLor_01_HD_HS_ACB.mkv_snapshot_09.56_[2015.07.25_18.39.19] OveLor_01_HD_HS_ACB.mkv_snapshot_09.58_[2015.07.25_18.39.25]

Hari sudah berganti, server Yggdrasil sudah seharusnya ditutup sesuai yang dijadwalkan. Tetapi Momonga tidak ter-logout secara otomatis dari permainan, setidaknya itu yang dia pikirkan. Dia tidak dapat membuka console ataupun menghubungi Game Master seperti sebelumnya, yang lebih mengejutkan adalah dia dapat melihat Albedo menanyakan kondisinya layaknya bukan NPC seperti menunjukkan pendapat, ekspresi, dan bahkan mulutnya bergerak saat berbicara.

OveLor_01_HD_HS_ACB.mkv_snapshot_10.33_[2015.07.25_19.06.04] OveLor_01_HD_HS_ACB.mkv_snapshot_11.01_[2015.07.25_19.03.50]

Momonga yang terkejut secara bersamaan mencoba memerintah para NPC dengan kalimat lisan, bukan lagi dengan perintah yang disediakan saat Yggdrasil masih menjadi sebuah permainan. Kepala butler Sebas ditugaskan memeriksa keadaan sekitar Nazarick dan Maid Petarung Pleiades ditugaskan kembali menjaga lantai 9 sembilan dari segala ancaman penyusup. Setelah itu Albedo menawarkan bantuannya kepada Momonga, tentu ada hal yang ingin dia coba untuk mengetahui perbedaan Yggdrasil sebelum dan sesudah menjadi game.

Albedo menghampirinya cukup dekat hingga Momonga sempat terkejut bahwa Albedo cukup wangi, menjadi virgin dan menghabiskan dominan waktunya untuk bermain game selain bekerja membuatnya ingin melakukan adegan R-18. Pengaturan karakter Albedo yang sudah diubah sebelum Yggdrasil berakhir tentu membawa efek yang nyata terhadap perilakunya, tanpa sungkan Albedo mempersilahkan Momonga meremas dadanya.

Namun Momonga sendiri sebenarnya tidak merasakan nafsu sexual dari melakukan peristiwa tersebut karena menjadi “Necromancer” dalam wujud tengkorak berarti dia juga kehilangan “itu” sebagai identitasnya, “He became a bone who can’t boner!” (lol).

OveLor_01_HD_HS_ACB.mkv_snapshot_13.40_[2015.07.26_16.01.12]

Setelah melewati adegan R-18 Momonga memerintahkan Albedo untuk memunculkan beberapa NPC penjaga lantai untuk bertemu dengannya karena dia juga ingin mengetest loyalitasnya terhadap Momonga. NPC tersebut  adalah Aura, Mare, Shalltear , Cocytus, Demiurge, dan Albedo. Satu hal yang Momonga ketahui bahwa ia harus berperan layaknya pemimpin bagi para NPC unik yang telah menjaga Nazarick ini.

Shalltear adalah NPC selain Mare dan Aura yang pertama kali datang, namun baru saja bertemu mereka sudah berkelahi. Cocytus datang setelah Shalltear, disusul oleh Demiurge dan Albedo. Demiurge adalah NPC Leader saat Nazarick dalam posisi bertahan. Semua NPC telah berkumpul dan hormat tunduk kepada Momonga. Sebas kemudian kembali dari investigasinya untuk mengecek seluruh keadaan Nazarick dan melaporkannya.

Momonga mengambil kesimpulan bahwa Great Tomb of Nazarick telah berpindah ke suatu tempat untuk alasan yang tidak jelas dan dia memutuskan untuk menutupi keberadaan Nazarick dengan bantuan Mare karena ketidaktahuannya terhadap dunia Yggdrasil yang baru ini, siapa yang akan tahu bahaya yang akan mengancam? Momonga berhasil menjalankan perannya sebagai supreme leader dari seluruh NPC. Untuk terakhir kalinya, Momonga mempertanyakan setiap penjaga lantai pendapat tentang dirinya untuk melihat bagaimana loyalitas mereka dan jawaban tiap penjaga lantai cukup memuaskan baginya dan setelah itu dia segera pergi meninggalkan para penjaga lantai tersebut.

Merasa lelah karena pertama kalinya dia berperan layaknya pemimpin dan makhluk terkuat di Nazarick, Momonga mengambil istirahat sejenak diruangannya. Setelah kepergiannya, para penjaga lantai kemudian berbicara tentang betapa hebatnya keberadaaan Momonga dan auranya saat memimpin. Sempat terjadi pertengkaran antara Shalltear dan Albedo karena keduanya sama-sama menyukai Momonga. Setelah selesai berkelahi mereka kembali menjalankan tugas yang sudah diberikan oleh Momonga sebelumnya. Kembali mengeksplorasi dan mengenal dunia barunya dia tidak merasakan rasa lapar ataupun mengantuk, semua item magic masih dapat berfungsi layaknya dulu saat Yggdrasil masih sebuah game.

Overlord_02_HD_HS_ACB.mkv_snapshot_14.35_[2015.07.26_17.25.56]

Ingin mencari udara segar, Momonga memutuskan untuk mengganti armornya dan melakukan teleportasi ke lantai pertama namun disana terdapat demon milik Demiurge dan dia sendiri. Tidak ingin membiarkan Momonga pergi keluar sendirian dia memaksa harus menemani Momonga meski sekedar melihat keadaan diluar. Mau tidak mau Momonga memperbolehkan permintaan Demiurge dengan syarat hanya satu orang saja yang boleh mendampinginya. Akhirnya Momonga pergi keluar dan menggunakan item magicnya untuk terbang ke langit. Disana dia dapat melihat indahnya langit biru pada malam hari meskipun hanya diterangi oleh bulan dan bintang. Meskipun langit buatan yang dibuat oleh Blue Planet-san juga bagus tetapi yang ini bahkan terlihat lebih nyata baginya.

Overlord_02_HD_HS_ACB.mkv_snapshot_17.17_[2015.07.26_18.27.14] Overlord_02_HD_HS_ACB.mkv_snapshot_17.22_[2015.07.26_18.27.22]

Yang menarik dibagian ini adalah ketika Momonga mengatakan ingin menguasai dunia sehingga Demiurge pun terkejut mendengar hal tersebut, entah apakah dia memang tidak menyangka apa yang dikatakan pemimpinnya atau dia mengagumi kehebatannya. Lalu dari ketinggian dia melihat Mare yang sedang melakukan persiapan untuk menutupi markas Nazarick. Momonga menghampirinya dan memuji Mare atas kerja kerasnya, dia juga memberikan cincin teleportasi yang dapat digunakan untuk berpindah tempat di Nazarick. Albedo yang kebetulan megnhampiri mereka yang sedang mengobrol tidak sengaja melihat cincin yang dikenakan Mare, mungkin karena dia merasa iri ya? Namun Momonga ternyata juga sudah mempersiapkan cincin yang sama untuknya setelah dari kejauhan terlihat ada sekumpulan pasukan manusia berkuda yang berniat menyerang desa warga sipil.

Pada adegan selanjutnya diperlihatkan sekumpulan pasukan berkuda lainnya, namun yang satu ini bukan menyerang desa warga namun ditugaskan untuk menginvestigasi desa-desa yang berkemungkinan akan diserang itu. Sepertinya terdapat konflik antara umat manusia itu sendiri namun sejauh ini belum dapat diceritakan dengan jelas bagaimana itu semua terjadi. Momonga yang sedang melihat-lihat keluar melalui Cermin yang dapat melihat kemana saja layaknya kamera melihat sebuah desa dibantai oleh pasukan berkuda tersebut. Awalnya Momonga tidak ingin menolongnya karena tidak ada untungnya sama sekali, tetapi setelah melihat Sebas dia ingat dengan Touch Me sang pembuat NPC tersebut pikirannya berubah. Dia teringat bahwa dirinya dulu diselamatkan oleh Touch Me saat dirinya sedang di bully oleh player lain hanya karena avatarnya yang berbentuk tengkorak itu.

Overlord_03_HD_HS_ACB.mkv_snapshot_06.35_[2015.07.26_22.17.19]

Touch Me mengatakan bahwa menyelamatkan seseorang yang sedang dalam masalah itu adalah hal yang wajar dilakukan. Akhirnya Momonga memutuskan untuk menolong desa tersebut, dia meyuruh Sebas meningkatkan tingkat keamaan Nazarick ke level maksimal, menyuruh Albedo ikut dengannya serta mempersiapkan beberapa pasukan tambahan untuk jaga-jaga. Setelah berpindah ke desa tersebut Momonga langsung mencoba menggunakan spell tier 9-nya ke musuh. Meskipun terlihat berlebihan tetapi tujuan dia dari awal adalah ingin mengetes kekuatannya didunia yang baru ini. Dia tidak lagi merasakan ketakutan karena melihat orang mati, dia pun juga akhirnya menolong warga tersebut. Momonga membangkitkan Death Knight yang merupakan salah satu skill-nya dan memerintahkan untuk menghabisi semua pasukan yang mengenakan armor. Mereka semua dibantai dengan mudah oleh Death Knight tanpa terkecuali. Adegan ini adalah adegan yang paling mengandung unsur gore ketimbang 2 episode sebelumnya karena sudah memasuki tahap pertarungan tapi hal itu membuat hal menjadi lebih seru dan menegangkan.

Overlord_03_HD_HS_ACB.mkv_snapshot_14.44_[2015.07.26_22.28.18]

Hingga Momonga dan Albedo sampai ditempat Death Knight masih saja bermain dengan para pasukan, monster itu terlihat menikmatinya. Momonga memerintahkan Death Knight untuk berhenti dan membiarkan pasukan yang tersisa untuk pergi serta menyebarkan namanya, yaitu Ainz Ooal Gown. Para warga yang mendapatkan bantuan tentu berterima kasih terhadap Ainz yang baru saja menolong mereka namun untuk menghilangkan rasa curiga dia mengatakan bahwa semua itu tidak gratis, dia ingin semua informasi yang bisa didapatnya. Salah satunya adalah koin emas yang merupakan mata uang saat Yggdrasil masih menjadi game sudah tidak berlaku lagi sekarang. namun karena itu emas masih dapat dijual dengan harga yang lumayan.

Overlord_03_HD_HS_ACB.mkv_snapshot_14.59_[2015.07.26_22.29.55]

Dia juga mendapat informasi tentang konflik yang terjadi antar kerajaan dan penyebab pasukan itu menyerang desa-desa yang bersangkutan. Setelah mereka selesai berbicara pasukan berkuda lainnya hadir. Mengetahui Ainz menyelamatkan desa tersebut dia berterima kasih terhadapnya. Namun diaat yang bersamaan ada laporan bahwa figur tidak diketahui telah ditemukan disekitar area. Episode 3 akhirnya berakhir disini.

Meskipun Overlord mungkin masih terlihat membosankan dan terlihat seperti tidak punya tujuan terhadap alur ceritanya, namun universe dan konsep tiap-tiap karakter NPC sangat unik membuat Overlord menyenangkan untuk ditonton. Beberapa bagi kalian mungkin lebih menyukai untuk maraton saat anime ini sudah selesai tayang agar tidak penasaran. Tetapi menonton episode terbarunya tiap minggu juga tidak masalah kok.

8/10

Bagaimana denganmu?

You may also like...

Top